March, 2021

now browsing by month

 

Scholl Farming ke SMP N 9 Salatiga dalam Rangka Panen dan Tebar Benih. (Mari kita kampanyekan Gemarikan)

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga dalam acara Scholl Farming ke SMPN 9 Salatiga. Selaku Kepala Dinas Dispangtan beliau memberikan sambutan dalam kegiatan Panen Ikan Tebar Benih. Menurutnya Ikan merupakan salah satu sumber protein yang baik untuk kesehatan tubuh. Dengan mengkonsumsi ikan maka akan bagus untuk perkembangan otak dan dan mata kita. Oleh karena itu mari kita kampanyekan Gemarikan ke sekolah dengan tujuan agar pelajar mengetahui betapa penting ny manfaat ikan itu sendiri serta regenerai petani ini tidak akan terputus. (Rabu, 10 Maret 2021)

Menyambut Kunjungan Dari BPPP Tegal (Selasa, 09 Maret 2021)

Kunjungan ibu KAPUSLATLUH KP Dr. Lily Aprilya Pregiwati, S.Pi, M.Si dan kepala BPPP Tegal Moch. Muchlisin, A.Pi, MP dalam acara Temu Lapang Penyuluh Perikanan dan Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Harta Karya dusun Pasar Anyar kelurahan Kauman Kidul di hadiri ibu Kepala Dinas Pangan Dan Pertanian Kota Salatiga Nunuk Dartini, S.Pd, M.Si dan didampingi oleh Kasi Sumber Daya beserta Kasi Perikanan.

Launching Kampung Tanaman Hias di Noborejo Kota Salatiga

Minggu (08/03/2021) Kepala Dinas Pangan Dan Pertanian Kota Salatiga memberikan sambutan di acara Launching Kampung Tanaman Hias di Noborejo, Nobo tengah Argomulyo Kota Salatiga. Menurut beliau “kampung adalah tempat berteduh yang paling nyaman apalagi dengan di penuhi nya tanaman hias seperti itu. Tanaman hias berfungsi untuk memperindah lingkungan dengan elok jenisnya yang memanjakan mata. Mau itu tanaman hias yang berbunga atau hanya daun saja, semuanya tetap bisa memperindah lingkungan” tutur Nunuk Dartini S.Pd.M.Si. Masa pandemi menjadikan sekelompok warga di Kota Salatiga, Jawa Tengah untuk terus kreatif agar mendapatkan penghasilan tambahan.  Warga yang berada di Kelurahan Noborejo, Kecamatan Argomulyo bersama-sama membudidayakan tanaman hias yang saat ini banyak diminati masyarakat.

Warga membudidayakan dan menjual tanaman hias di pekarangan rumah mereka.

Ide ini awalnya dilakukan oleh warga bernama Marjuki karena ia dirumahkan dari tempat bekerja karena pandemi. Tidak ingin menyerah dengan keadaan, Marjuki merintis usaha jual beli tanaman hias dengan mengajak 32 warga.

Usaha ini baru dirintis sejak enam bulan lalu dan sekarang bisa membantu perekonomian keluarga. Untuk meningkatkan penghasilan jual beli tanaman dan untuk menarik pembeli datang, warga kini membentuk kampung tanaman hias.

Jenis tanaman hias yang dijual antara lain jenis Aglonema, Jemani, Syngonium, Hilodendron Keladi. Sedangkan harga yang ditawarkan bervariasi dari Rp 10.000 hingga Rp 25 juta.

Koordinasi dengan Kelompok Tani dalam Rangka Pengelolaan Kebun Noborejo

Bimtek / Bimbingan Teknis yang dilaksanakan dalam rangka mendekatkan sumber inovasi Balitbangtan dengan para petani khususnya inovasi teknologi padi Varietas Unggul Baru (VUB)