April, 2021

now browsing by month

 

PENGUATAN KELEMBAGAAN P4S (PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PERDESAAN SWADAYA) ASOSIASI PETANI VANILI SALATIGA Oleh “DISPANGTAN SALATIGA”

Rabu (28/04/2021), Kepala Dispangtan Salatiga Nunuk Dartini, S.Pd., M.Si didampingi oleh Kabid TPH Ir.Sri Wihartanti M.Si beserta Kasi dan Staff bidang TPH melakukan sosialisasi Penguatan Kelembagaan P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya) Asosiasi Petani Vanili Salatiga.

Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) adalah lembaga pelatihan/permagangan pertanian dan perdesaan yang didirikan, dimiliki dan dikelola oleh petani secara swadaya, baik perorangan maupun kelompok. (Permentan Nomor 03/Permentan/PP.410/1/2010 tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan Pelatihan Pertanian Swadaya

Asosiasi Komoditas Pertanian adalah kumpulan dari petani, kelompok tani atau Gabungan Kelompok Tani yang mengusahakan komoditas sejenis untuk memperjuangkan kepentingan petani (Permentan No 67 Tahun 2016 tentang Pembinaan Kelembagaan Petani)

Movev dalam kegiatan penguatan kelembagaan ini adalah
1)Bagaimana kondisi kelembagaan P4S Griya Vanili Salatiga dan Asosiasi Petani Vanili Salatiga saat ini?

2)Apa rencana kerja yang akan dilaksanakan oleh P4S GVS dan APVS?

3)Permasalahan apa yang dihadapi oleh P4S GVS dan APVS?

Bersama Dispangtan Salatiga Pertanian Maju Mandiri Modern

KARYAWAN DISPANGTAN SALATIGA MENYANYIKAN LAGU IBU KITA KARTINI DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI KARTINI KE-143 /2021

Seluruh karywan menyanyikan lagi Ibu Kita Kartini pada saar apel pagi bersama

Tanggal 21 April menjadi momen istimewa bagi kaum perempuan di Indonesia. Di tanggal itulah diperingati Hari Kartini.

Hari Kartini merupakan simbol untuk mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini atau RA Kartini dalam hal emansipasi wanita.

Emansipasi itulah yang diharapkan dari Kepala Dispangtan Salatiga Nunuk Dartini,S.Pd.,M.Si untuk selalu berkarya dan meneruskan perjuangan beliu.

Nunuk Dartini,S.Pd.,M.Si memaknai “Hari Kartini sebagai kesetaraan bagi seluruh perempuan Indonesia untuk dapat terus berkarya di segala bidang. Hari Kartini bukan sekadar momen perayaan saja karena ini juga memiliki makna penting bagi wanita Indonesia. Hari Kartini menegaskan bahwa perempuan berhak mendapat kesetaraan dalam berbagai bidang, khususnya pendidikan.Perempuan tidak harus berdiam diri di rumah dan berurusan di dapur. Namun, perempuan juga bisa memperoleh pendidikan, bekerja, dan mengejar cita-cita setinggi langit” tutur nya

KOORDINASI KEWILAYAHAN DENGAN CAMAT DAN LURAH KOTA SALATIGA MENGENAI PENGEMBANGAN KOMODITAS VANILI

Koordinasi dengan Camat dan Lurah Se Kota Salatiga dalam Pengembangan Vanili

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga, Nunuk Dartini,S.Pd.,M.Si didampingi bidang TPH dan Penyuluh Pertanian melakukan kegiatan koordinasi kewilayahan dengan seluruh Camat dan Lurah Kota Salatiga mengenai Pengembangan Komoditas Vanili. Selasa (20/04/2021). Secara geografis, Kota Salatiga sesuai untuk budidaya vanili. Ada beberapa eksportir komoditas perkebunan dan rempah-rempah dan kelembagaan petani yang cukup baik (Asosiasi PVS dan P4S GVS).

Kepala Dispangtan menyatakan “dalam mengembangkan vanili ini terdapat beberapa kendala atau hambatan yaitu harga vanili yang relatif tinggi di pasar global, meningkatnya industri pengolahan vanili, iklim produksi yang relatif cocok, permintaan pasar yang masih relatif tinggi”.

Vanilla planifolia Andrew adalah salah satu jenis atau varietas tanaman vanili yang buahnya menjadi favorit konsumen dunia.

Di Indonesia, varietas inilah yang juga paling banyak ditanam oleh para petani vanili. Bila buah dari varietas ini dikeringkan dengan baik, maka selain menghasilkan keharuman aroma vanili yang khas juga memiliki kadar vanilin yang optimal.

PENDAMPINGAN AKSES PEMASARAN IKAN HIAS DAN PENDAMPINGAN UMK

Kegiatan Pendampingan akses ikan hias dan pendampingan UMK

SALATIGA, Penyuluh Perikanan Kec Sidorejo pada hari Senin,19April 2021, melakukan kegiatan Pendampingan Akses Ikan Hias dan Pendampingan UMK kepada Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Jaya (Pokdakan Mina Jaya) di rumah petani Rahmad Widodo,Sawahan Kecandran,Kec.Sidomukti. Harapan dalam pendampingan ini adalah supaya para petani lebih mudah dalam melakukan akses pemasaran ikan hias dan pembuatan NIB/IUMK.

“Kegiatan pemasaran adalah sangat penting dalam semua kegiatan yang menghasilkan barang ataupun jasa. Hasil perikanan dapat dikelompokkan ke dalam bahan mentah dan barang konsumsi” sebbut koordinator PPL Perikanan Bapak Sudaryono.

Sebagai bahan mentah dapat dibeli oleh pabrik atau usaha pengolahan untk diolah menjadi barang jadi misalnya ikan kaleng, aneka olahan ikan, tepung ikan, dsb. Sebagai barang konsumsi akan dibeli oleh konsumen akhir (household consumer, restaurant, hospital, dll). Produk perikanan dan kelautan termasuk “perishable good” atau produk mudah rusak, maka akan sangat memerlukan startegi pemasaran yang berbeda dengan produk barang maupun jasa pada umumnya. Apalagi “image” masyarakat terhadap produk-produk perikanan juga berbeda atau beragam dengan produk pada umumnya. Berdasarkan pendapat atau pengamatan dari praktisi pemasaran produk perikanan dan kelautan, bahwa persepsi masyarakat terhadap produk perikanan dan kelautan antara lain jika makan ikan alergi, ikan baunya amis, ikan banyak duri, ikan mahal, ikan rumit memasaknya, ikan hanya bisa atau paling enak digoreng. Karena image masyarakat terhadap produk perikanan masih demikian kompleknya, maka diperlukan strategi pemasaran yang dapat merubah image tersebut, sehingga kendala pemasaran produk perikanan dan kelautan dapat diatasi.

GERAKAN PENGENDALIAN HAMA BERSAMA KELOMPOK TANI AL BAROKAH BLOTONGAN

Selasa (13/04/2021), Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga Nunuk Dartini,S.Pd.,M.Si di dampingi oleh Kepala Tanaman Pangan dan Holtikultura berserta Kasi Produksi melakukan Gerdal Hama dan Penyakit. (Gerakan Pengendalian Hama dan Penyakit) bersama Kelompok Tani Al Barokah Blotongan . Hama dan penyakit tanaman adalah semua jenis organisme pengganggu tanaman yang dapat menimbulkan kerusakan fisik yang dianggap merugikan dan tidak diinginkan kehadirannya dalam kegiatan bercocok tanam. Dalam dunia pertanian istilah hama sering dikonotasikan  sebagai organisme pengganggu tanaman yang kasat mata, yaitu hewan. Misalnya adalah hama kutu, belalang, burung dan lain sebagainya.

Penyerahan obat dan penyemprotan secara simbolis oleh Nunuk Dartini,S.Pd.,M.Si dilanjutkan para petani melakukan penyemprotan hama secara bersama-sama.

“Para petani harus semangat harus jaga stamina agar para petani tetap sehat dapat bekerja dan mengelola lahan pertanian dengan baik dan maksimal. Karena petani adalah garda terdepan dalam bidang pangan”. Jelas Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Nunuk Dartini, S.Pd; M.Si

Dengan adanya gerakan pengendalian hama diharapkan para petani dalam panen padi nantinya bisa melimpah dan maksimal serta berkualitas baik

DINAS PANGAN DAN PERTANIAN SALATIGA GELAR SOSIALISASI HYGIENE & SANITASI RPH DALAM MENYEDIAKAN DAGING “ASUH”

Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga gelar Sosialisasi Hygiene Sanitasi Pangan bagi pengguna layanan UPT.Rph (Rumah Potong Hewan) di Kota Salatiga, di lingkungan UPT.Rph setempat, Senin (13/4/2021).

Acara yang dibuka oleh Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Nunuk Dartini,S.Pd.,M.Si yang didampingi oleh Kasi Peternakan, Ibu Hardini dan Kasi Kesmavet, dr.Nimas Ayu Kartikasari dengan narasumber dr.Christin Susilaningsih, dari Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga, dan Kepala Upt.RPh Bapak Sutikno.

Sosialisasi ini bermakud agar selalu menyediakan meneyediakan daging sapi yang “ASUH”. dr.Christin mengatakan, bahwa hygiene sanitasi RPH ini adalah upaya dari kita untuk mengendalikan layanan Upt.Rph agar selalu menyediakan daging sapi yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Seperti kita tau peredaran daging sapi glonggongan yang ramai jadi perbincangan masyarakat, tidak hanya memperlihatkan kecurangan pedagang yaitu menambah berat daging secara tidak wajar. Tapi yang sebenarnya lebih merugikan, daging glonggongan mengandung bakteri berbahaya sehingga sangat tidak aman untuk dikonsumsi. Berdasarkan hasil penelitian, daging glonggongan mengandung bakteri pembusuk empat kali lebih banyak disbanding daging sehat. Selain itu juga mengandung salmonella, clostridium dan listeria yang bisa menyebabkan penyakit diare dan keracunan bagi yang mengonsumsinya. Demikian dijelaskan Kasi Kesmavet dr. Nimas Ayu Kartikasati. “Belum lagi kalau air yang digunakan untuk mengglonggong mengandung bakteri e.coli. Itu menambah potensi penyakit bagi yang mengkonsumsinya. Oleh sebab itu daging glonggongan akan lebih cepat membususk karena daging basah merupakan tempat yang sangat cocok untuk perkembangbiakan mikrobia,” kata Kepala Upt.Rph Bapak Sutikno. Acara yang mendapat sambutan dari peserta itu dilanjutkan dengan diskusi tentang hygiene sanitasi RPH.

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1442 H / 2021

PENCANANGAN SALATIGA MENJADI KOTA VANILI OLEH KETUA MPR DAN MENTAN

Salatiga, adalah sebuah kota tertua kedua di Indonesia, lahir 24 Juli tahun 750 Masehi adalah kota yang sejuk dan asri. Tahun 2021 ini dinobatkan sebagai kota paling toleran nomer 1 di Indonesia. Sejarah panjang kota dengan berbagai dinamika mewarnai sikap hidup bermasyarakat. Dengan elevasi 700 mdpl, di lereng gunung Merbabu dan memiliki hawa yang sejuk, kota Salatiga sudah jadi hunian selama 1217 tahun dengan sumber mata pencaharian utama di sektor petani dan perkebunan. Masyarakat Salatiga sudah berbudidaya vanili sejak tahun 1864 seiring penanaman vanili di Kabupaten Temanggung hasil pengembangan tanaman vanili dari Kebun Raya Bogor.

Kota Salatiga, Jawa Tengah, ditetapkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebagai Kota Vanili. Penetapan ini karena Pemerintah Kota Salatiga dianggap berpihak kepada petani vanili. Syahrul mengatakan budidaya vanili terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Saat ini, harga vanili mencapai Rp 2,5 juta per kilogram. “Pertanian di era saat ini tidak membutuhkan lahan yang luas, bahkan bisa dilakukan di dalam rumah. Tapi memang sistemnya perlu dibenahi, hilirisasi dan kelembagaan, hingga konsepsi pengelompokan dan industrialisasi yang bermuara ke pabrik,” ungkapnya di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Rabu (31/3/2021).

Menurutnya, sektor pertanian adalah yang paling siap menghadapi Covid-19. “Kita semua harus konsentrasi pada produktivitas. Gubernur dan wali kota harus kerja bareng, harus bicara di lapangan jangan hanya teori. Vanili ini bisa untuk kosmetik, farmasi, dan makanan jadi harus didorong terus,” paparnya. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mengungkapkan pekerjaan sebagai petani saat ini menjadi dambaan. “Kita lihat banyak petani milenial, orientasi bisnis tak lagi di kantor megah, tapi yang efektif efisien,” jelasnya.

Program “Saga Dasa Ben Vantra” sebagai inovasi Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga yang artinya adalah dalam Satu Keluarga mari kita tanam 10 tanaman vanili sebagai Samben dalam kehidupan kita sehari-hari agar semakin Sejahtera. Program ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kualitas tanaman vanili yang ada di Kota Salatiga. Kedepannya kita akan memasukkan ke dalam renstra, sehingga vanilli menjadi unggulan Kota Salatiga. Dengan dukungan Walikota dan semua pejabat dari lintas sektoral serta dukungan dari swasta maka tidak mustahil dalam waktu dekat Kota Salatiga akan segera meraih era keemasan dan masa kejayaan vanili kembali.