Salatiga, 10 September 2024 – Ikan merupakan salah satu sumber protein penting dalam upaya mencegah stunting pada anak. Namun, angka konsumsi ikan di Kota Salatiga masih tergolong rendah. Menanggapi hal ini, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga, melalui pendanaan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), menyelenggarakan kegiatan pelatihan perijinan usaha, pengolahan, dan pengemasan produk olahan hasil perikanan pada tanggal 10, 11, dan 12 September 2024.
Pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari perwakilan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), anggota PKK Kecamatan, dan PKK Kota Salatiga. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan nilai tambah pada produk olahan hasil perikanan agar lebih bernilai jual tinggi serta menarik minat masyarakat untuk mengonsumsi lebih banyak ikan.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga mengatakan, “Peningkatan konsumsi ikan sangat penting untuk mendukung pencegahan stunting dan meningkatkan gizi masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami berharap produk olahan perikanan di Salatiga bisa lebih beragam, menarik, dan mudah diakses, sehingga meningkatkan angka konsumsi ikan di kota ini.”
Selain fokus pada aspek gizi, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Dengan kemampuan pengolahan dan pengemasan yang lebih baik, para pelaku usaha di bidang perikanan diharapkan mampu meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat di Kota Salatiga.
Pelatihan ini mencakup berbagai materi, mulai dari cara mengurus perijinan usaha yang sah, teknik pengolahan ikan yang higienis dan berkualitas, hingga teknik pengemasan yang menarik dan sesuai dengan standar pemasaran modern. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktek langsung, baik dalam hal pengolahan maupun pengemasan produk.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya dapat meningkatkan angka konsumsi ikan di Kota Salatiga, tetapi juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui usaha olahan perikanan yang memiliki nilai tambah. Dengan dukungan penuh dari Dinas Pangan dan Pertanian serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan produk perikanan lokal dapat lebih dikenal dan diminati, baik di tingkat lokal maupun regional.
